Interview Special dengan Glen Keane dari Film Over The Moon

Netflix Luncurkan Lagu untuk Film Animasi Over to the Moon, Rocket to the Moon

Nama besar Glen Keane sudah diketahui dan dikenal oleh para penggemar film animasi . Hasil karyanya akan karakter-karakter di film-film The Little Mermaid, Beauty and the Beast, Aladdin, Pocahontas, Tarzan dan Tangled membuat Glen Keane menerima Penghargaan Annie 1992 untuk animasi karakter dan Penghargaan Winsor McCay 2007 untuk kontribusi seumur hidup di bidang animasi. Pada akhirnya Glen Keane  dinobatkan sebagai Legenda Disney pada tahun 2013.

 

Kali ini Glen Keane terlibat dalam film original Netflix, Over The Moon. Berikut adalah ringkasan interview special dengan Glen Keane

Glen Keane dengan sketsa Fei Fei dari fitur animasi Pearl Studio untuk Netflix, ‘Over the Moon.’

 

Komentar Glen Keane akan karakter-karakter dalam film Over The Moon

Pada umumnya saya membuat karikatur berdasarkan skrip yang fenomenal, saya membuat animasi dari karakter tersebut namun saya tidak perlu mengkhawatirkan mengenai bagaimana film ini berjalan setelah itu karena itu bagian dari tanggung jawab orang lain.

Dalam film Over The Moon ini, saya harus mengetahui arah film ini dan bagaimana menuju kesana. Untunglah Audrey Wels telah menulis skrip yang indah sehingga memberikan kepercayaan tinggi bagi saya dan memberikan banyak kesenangan bagi diri saya.

Adegan favorit saya dalam film ini adalah saat membuat karakter Fei Fei , seorang gadis kecil dengan kepercayaan diri yang tinggi dan mempercayai tidak mungkin adalah mungkin (Red: Glen Keane dikenal dengan prinsip To Believe Impossible is Possible).

Karakter Fei Fei ini bagi saya mirip seperti karakter Ariel (red:The Little Mermaid), bayangkan saja seekor ikan duyung mampu berjalan di tanah, bagaimana ia bisa melakukan hal ini. Bandingkan dengan Fei fei, gadis berusia dua belas tahun hendak membuat roket untuk pergi ke bulan bertemu Dewi Bulan. Bagaimana caranya melakukan itu?

Saya suka sekali kualitas karakter ini , ini menimbulkan rasa keinginan besar dari diri saya  untuk menampilkannya sebaik mungkin dan membuat orang lain melihat kualitas ini  yang hanya saya lihat saja sendiri saat ini. Saya ingin orang yang menonton melihat dan merasakan semua ini, sehingga saat mendisain , menggambar karakter-karakter ini, merupakan sesuatu hal yang menggembirakan bagi saya.

 

Mengenai caranya membuat menjadi hidup karakter-karakter dalam skrip dalm bentuk animasi

Saya membuat karakter dalam skrip menjadi hidup dengan cara seperti ini. Karakter Fei Fei mirip dengan pengisi suaranya yaitu Cathy Ang, Fei Fei memiliki kilauan di matanya , seperti Cathy jika kita berbincang-bincang dengan dirinya. Bahkan pacarnya pun ingin menjadi astronot, saat Cathy Ang bercerita mengenai ruang angkasa.

Baca:  Rekomendasi Film Keluarga (Bagian 2)

Karakter Chang’e , saya buat mirip dengan pengisi suaranya Philipa Soo , yang memang menyerupai seorang Dewi. Ia memiliki sedikit senyum kejam dan ada kelip bintang di matanya saat kehadirannya, hal ini sangat menyenangkan untuk dibuat sebagai animasinya. Saat membuat animasi ini , saya sangat serius sekali karena ini adalah hal yang istimewa bagi kultur masyarakat tertentu, sehingga saya sangat bergantung pula dengan kemampuan para pengisi suaranya untuk membuat karakter ini menjadi hidup. Cang’e walaupun seorang Dewi, pada akhirnya harus mampu menampilkan simpati bagi para penontonnya.

 

Baca juga : https://cinemags.co.id/karakter-over-the-moon/

 

Film Over The Moon sepengetahuan saya ditulis berdasarkan mitos mengenai Chang’e sebagai Dewi Bulan dan tinggal di bagian tergelap dari bulan. Saya sangat bersemangat sekali untuk menggambarkan seorang anak berusia dua belas tahun hendak membuat roket dan membuktikan bahwa Dewi Bulan itu ada, alasan anak ini begitu bersikeras adalah karena ini diceritakan oleh almarhum Ibunya dan sekarang ayahnya hendak menikah dengan wanita lain, membuat anak ini sangat perlu bertemu dengan Chang’e untuk membuktikan kepada ayahnya kalau Chang’e itu nyata dan mungkin ayahnya akan kembali ingat akan almarhum Ibunya dan membatalkan niatnya untuk menikah kembali. Ini benar-benar adegan yang emosional, sehingga saat saya membaca skripnya  saya merasa ini adalah sebuah kisah yang dapat diterima di seluruh negara. Bahwa tidak ada seorang anakpun yang kebal akan rasa kehilangan orang terdekat dan dikasihinya, apakah diakibatkan karena sakit atau perceraian, terlebih saat ini saat pandemic , dapat terasa sekali saat Fei Fei menginginkan agar situasi kembali seperti sediakala.

Namun kenyataannya adalah kita tidak bisa kembali lagi, cara kita menyembuhkan diri sendiri adalah dengan bergerak maju ke depan. Ini sesuai dengan moto Audrey Wels ,bahwa hidup ini adalah mengenai menyembuhkan (All is about Healing) . Ini adalah sebuah proses untuk menyembuhkan diri saat kehilangan sesuatu. Saya harap , ini adalah pesan perjalanan hidup yang diambil oleh penonton dari film ini

(bersambung)

The post Interview Special dengan Glen Keane dari Film Over The Moon appeared first on Cinemags.