Review Film Bill & Ted Face the Music (2020)

Review Film Bill & Ted Face the Music (2020)

Duet Bill (Alex Winter) dan Ted (Keanu Reeves) memasuki babak yang jauh berbeda dari dua film sebelumnya yang sudah berusia tiga dekade. Waktu berlalu mereka menyeberang tanpa menggunakan bilik telepon ikonik. Tentunya kali ini mereka tidak bisa sembarangan melakukan perjalanan waktu tanpa memikirkan akibatnya.

Di Bill & Ted Menghadapi Musik, Bill dan Ted punya istri dan anak. Ketika Thea (Samara Weaving), putri Bill, dan Billie (Brigette Lundy-Paine), putri Ted bangga dan mewarisi sifat ayah mereka, istri mereka tidak. Dua putri kerajaan yang mereka "culik" dari abad ke-15 merasa bahwa rumah tangga mereka dalam masalah.

Prediksi di film sebelumnya, Perjalanan Palsu Bill & Ted (1991), menyatakan bahwa mereka akan sukses berkarir sebagai musisi dan membuat lagu yang mempersatukan umat manusia untuk menyelamatkan dunia. Ternyata, tiga dekade kemudian, hal ini tidak terjadi. Band mereka menjadi terkenal di awal tahun 90-an, namun itu hanya terjadi sesaat.

Dari sana kami melihat masalah sebenarnya yang harus dihadapi Bill dan Ted. Realitas tidak memihak mereka meskipun ada gangguan magis dari prediksi masa depan. Kehidupan selama 25 tahun tidak seindah fantasi, mereka memiliki masalah rumah tangga yang bersumber dari ketidakmampuan mereka untuk menjadi dewasa.

Bill dan Ted masih memiliki sifat yang sama 30 tahun lalu sejak kami pertama kali mengenal mereka: dua pria bodoh dan selengean yang cara hidupnya akan semulus film komedi fantasi. Wajah Alex Winter seperti Bill mungkin tidak banyak berubah, masih sebahagia dulu plus kerutan di wajahnya. Namun, Keanu Reeves sebagai Ted tidak memiliki wajah selugu sebelumnya, kerutan wajahnya membuatnya terlihat jauh lebih serius.

Melihat karakter mereka yang tak berubah meski secara fisik menua memberikan kejenakaan tersendiri. Chris Matheson dan Ed Solomon, duo penulis skenario sejak film pertama, memanfaatkan momen film ini untuk mendewasakan dua karakter utama film ini. Bill dan Ted diundang untuk mengidentifikasi masalah yang belum mereka lihat sejauh ini.

Baca:  Interview spesial dengan cast film Bucin (Whipped) bagian 1

Namun pencarian resolusi Bill dan Ted masih kekanak-kanakan. Mereka pergi ke masa depan dan berharap bahwa diri mereka yang lebih dewasa telah menyelesaikan masalah mereka. Sosok yang menjadi penyelamat mereka justru adalah kedua putrinya yang memiliki pemikiran di luar akal bapaknya, namun memiliki sedikit sentuhan kedewasaan kedua ibu tersebut.

Kehadiran Billie dan Thea terasa seperti tongkat yang ingin dilanjutkan. Di zaman yang dihadapkan pada jutaan sekuel, rasanya memiliki satu sekuel film lagi bukanlah masalah besar. Memang, akan ada titik jenuh, tetapi melihat satu film yang berfokus pada duo Brigette Lundy-Paine dan Samara Weaving terlihat menarik.

Bagi Weaving, genre komedi sudah tidak asing lagi baginya. Sayangnya, kepiawaiannya dalam memberikan wajah jenaka tidak terlalu terlihat di film ini. Yang menonjol adalah Lundy-Paine: dia adalah tiruan sempurna dari Ted, diperankan oleh Reeves tiga dekade lalu. Gerakan dan gaya kasualnya membuat Weaving tetap tertutup.

Film kehadiran Bill & Ted Menghadapi Musik pasti akan membawa kita ke nostalgia film komedi ikonik tahun 80-an. Untuk saga Bill & Ted sendiri, film ini masih mengandung unsur yang sama, yakni menghadirkan tokoh-tokoh sejarah populer dan bilik telepon yang sama dari dua film sebelumnya. Plotnya pun semakin rapi, tak ubahnya dengan film pertamanya Petualangan Luar Biasa Bill & Ted (1989).

Review Infografis Bill & Ted Face the Music (2020) oleh ulasinema.

Baca juga: Ave Maryam: Visual Yang Indah Perlu Diperhatikan

Penulis: Muhammad Reza Fadillah
Editor: Anggino Tambunan

Kiriman Review Film Bill & Ted Face the Music (2020) muncul pertama kali di klipinema.