Review Film The Old Guard (2020): Keabadian yang Terbatas

Review Film The Old Guard (2020): Keabadian yang Terbatas

Menariknya, Netflix mulai berani memproduksi film laga yang notabene harganya mahal. Hingga pertengahan tahun 2020, mereka membual dua film laga orisinalnya, Pengawal Tua dan Ekstraksi. Film berjudul pertama ini menarik karena membahas tentang sekelompok tentara yang berumur panjang.

Film Pengawal Tua merupakan adaptasi komik dengan judul yang sama karya Greg Rucka. Rucka juga menjadi penulis skenario di film yang disutradarai oleh Gina Prince-Bythewood ini. Bagi Prince-Bythewood sendiri, film ini merupakan tantangan besar karena ia belum pernah menggarap film laga dan film-filmnya didominasi oleh drama-roman. Cinta & Bola Basket (2000) dan Beyond the Lights (2014).

Pengawal Tua berisi cerita tentang sekelompok tentara yang berumur panjang dan tidak bisa mati. Mereka memiliki kemampuan untuk beregenerasi, walaupun telah terluka parah dan terbunuh, lukanya dapat sembuh. Namun, mereka juga tidak bisa digambarkan sebagai makhluk abadi juga karena, pada titik tertentu, akan ada saat dimana mereka tidak akan bisa menyembuhkan luka mereka sendiri dan akhirnya mati.

Sekelompok tentara abadi adalah Andy (Charlize Theron), Booker (Matthias Schoenaerts), Joe (Marwan Kenzari), dan Nicky (Luca Marinelli). Saat diminta menjalani misi oleh mantan agen CIA, James Copley (Chiwetel Ejiofor), mereka dijebak dan dibunuh. Copley sebenarnya ingin membuktikan kemampuan regenerasinya dengan merekamnya dan memberikannya kepada Steven Merrick (Harry Melling). Merrick sendiri adalah pemimpin perusahaan farmasi terbesar di dunia dan ambisinya mempelajari tubuh prajurit abadi untuk membuat obat yang dapat membuat umur panjang.

Merrick, dibantu oleh Copley, mengejar kelompok tentara abadi Andy. Di tengah pelarian mereka, rombongan Andy tiba-tiba diberi wahyu bahwa ada orang lain yang baru saja mendapatkan keabadian. Dia adalah Nile Freeman (KiKi Layne), seorang tentara wanita AS yang terbunuh saat menjalankan misi di Timur Tengah. Meski terluka parah, Nil bangkit dan lukanya nyaris tak meninggalkan bekas. Andy juga datang dan mengundang Nil untuk bergabung dengan mereka.

Keabadian yang Menarik

Konsep keabadian terkandung di dalamnya Pengawal Tua cukup menarik. Kemampuan regenerasi mereka bisa dihentikan seperti di dalam Wolverine / Logan Logan (2017). Logan Yang dibuat Mangold sangat berbeda dengan film superhero lainnya, karena film ini lebih mendominasi drama daripada aksi. Prince-Bythewood juga sepertinya ingin menyeimbangkan aksi dan drama yang dalam Pengawal Tua.

Latar belakang para tokoh dalam film ini diperkuat untuk menciptakan motif tersendiri. Penguatan background dari karakter-karakter tersebut sepertinya juga perlu dilakukan karena ada rencana sekuelnya, sejalan dengan komik yang ditulis Rucka yang memiliki sekuel berjudul The Old Guard: Forced Multiplied. Sayangnya, film Pengawal Tua ini sepertinya tidak terlalu menarik dari segi aksi atau drama.

Baca:  Review Film I’m Thinking of Ending Things (2020)

Untuk ukuran sebuah film aksi, film berdurasi 125 menit ini terlihat menggeliat, namun untuk memadukan aksi dan drama, durasinya terasa lumayan. Pengenalan karakter tidak efektif, mungkin hanya Andy yang bisa menarik simpati kita. Hal ini juga sangat didukung oleh akting karakter Charlize Theron yang kualitasnya tidak perlu ditanyakan. Selain itu, Schonaerts sebagai Booker menampilkan persona menarik yang memadukan sisi gelap dan terang tentara. Selain itu, sebagian besar karakternya sangat tajam.

Di sisi lain, dialog yang tajam dan akting yang tajam membuat film drama ini menjadi garing. Memiliki pasukan homoseksual yang terang-terangan seperti Joe dan Nicky itu menarik. Namun, sifat posesif mereka terlalu berlebihan. Selain itu, Nile yang merupakan karakter terpenting kedua dalam film ini juga kurang menarik berkat akting KiKi Layne yang terkesan bingung tentang ekspresi apa yang menjadi fokus masing-masing kamera.

Hal yang paling menarik dalam film ini terdapat pada kisah perjalanan Andy bersama sahabatnya Quynh (Van Veronica Ngo) melalui waktu. Mereka pergi berperang demi perang. Di Eropa abad pertengahan, mereka ditangkap dan disalahartikan sebagai penyihir karena mereka diketahui memiliki usia yang tidak normal. Mereka dipisahkan dari Quynh yang tenggelam di lautan.

Melihat aktor sejarah yang melewati zaman memberikan cita rasa yang menarik. Mengingat kembali obrolan hangat John Oldman dengan para profesornya Pria dari bumi (2007) yang membahas sejarah dari perspektifnya. Bagi John, hidup tidak lagi menarik karena sejarah yang lahir hanyalah sebagian dari doktrin manusia. Sementara bagi Andy, masa lalu hanyalah perang demi perang, yang membuatnya lelah menjalani umur panjang.

Ketika tubuh Andy tidak bisa beregenerasi di akhir film, risiko nyawanya menciptakan konflik yang menarik. Namun, lagi-lagi, kerenyahan cerita kembali ketika Copley mengumpulkan semua hal baik yang telah dilakukan Andy. Hal ini dimaksudkan sebagai jawaban bagi Andy yang merasa umur panjangnya tidak ada gunanya, namun penyajiannya begitu klise sehingga terkesan seperti Andy.

Pengawal Tua sebenarnya memiliki potensi besar sebagai film superhero alternatif dari dominasi Marvel dan DC. Sayangnya, potensi tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik dengan menciptakan drama-drama yang garing. Padahal, unsur aksi dalam film ini menarik karena kemampuannya meregenerasi karakter. Sepenggal adegan post credit di akhir film ternyata membuat kita cukup penasaran untuk melihat sekuelnya meski film ini tidak menarik.

Baca juga: The Half of It (2020): Penyesuaian Tanpa Paksaan

Penulis: Muhammad Reza Fadillah
Editor: Anggino Tambunan

Kiriman Review Film The Old Guard (2020): Limited Immortality muncul pertama kali di klipinema.